Selasa, 26 Juli 2011

HIKMAH RAMADHAN

“Dan carilah pada apa yg telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari keni’matan dunia.”

Hikmah yg diperoleh dari ajaran berpuasa Ramadan nilai kesalehan selalu berada pada jaringan sosial masyarakat dilandasi oleh kualitas iman dan takwa. Sehingga dalam kalbu kita tumbuh pribadi yg kuat senantiasa ikhlas beramal dan bukan pribadi yg selalu menjadi beban orang lain. Kondisi sekarang kesalehan sosial yg berwujud rasa peduli terhadap merebaknya kemiskinan terlihat jelas konteksnya.

Seperti tidak menentunya kondisi perekonomian rakyat anjloknya nilai rupiah yg dirasakan pahit bagi masyarakat golongan bawah. Situasi perekonomian yg tidak jelas juntrungnya di berbagai aspek kehidupan menumbuhkan nafsu egoistis di kalangan masyarakat tingkat menengah ke atas menjauhkan diri dari nilai-nilai kemanusiaan menggiringnya ke sikap apatisme. Esensi ajaran Islam tidak mengajarkan manusia bersikap masa bodoh terhadap masyarakat lingkungan lebih-lebih terhadap mereka yg hidup kekurangan dan miskin.

Islam tidak boleh membiarkan umatnya hidup serba kekurangan melainkan dijadikan manusia itu menjadi mahluk yg hidup dalam keseimbangan antara keperluan duniawiyah dan ukhrawiyah. Karena itu hikmah puasa Ramadan secara kondusif melahirkan dua dimensi keberkahan kehidupan dunia dan akhirat.

Secara fisik dgn berpuasa seseorang harus mampu mengendalikan nafsu sekularitas hedonistis egoistis maupun sikap hidup kompetitif konsumtif agar hidup ini senantiasa dihayati sebagai rahmat dan ni’mat dari Allah SWT. Mereka harus menahan rasa lapar dan haus tidak melakukan hubungan badan dgn istri dari waktu fajar hingga matahari tenggelam di petang hari serta tidak melakukan perbuatan jahat tidak mengeluarkan kata-kata kotor menahan emosi dan nafsu amarah serta berbagai perbuatan tercela lainnya.

Secara psikologis seseorang yg berpuasa Ramadan menyatukan dirinya dalam kondisi penderitaan akibat rasa lapar dan haus yg selama itu lbh banyak diderita oleh fakir miskin yg dalam hidupnya selalu terbelenggu oleh kemiskinan. Esensi puasa Ramadan juga memberikan nilai ajaran agar orang yg beriman dan bertakwa mengikuti tuntunan Nabi saw yg hidupnya amat sederhana dan selalu bersikap lugu dalam segala aspek kehidupannya.Beliau menganjurkan kepada umat Islam “berhentilah kamu makan sebelum kenyang.” Contoh sederhana tsb mudah didengar tapi terasa berat dilaksanakan jika seseorang tengah bersantap dgn makanan lezat. Memang itulah tuntunan yg memiliki bobot kesadaran diri tinggi terhadap lingkungan masyarakat miskin yg berada di lingkungannya.

Di bagian lain Nabi saw mencontohkan “berbuka puasalah kamu dgn tiga butir kurma dan seteguk air minum setelah itu bersegeralah salat magrib.” Kaitannya dgn itu Nabi Saw menganjurkan agar selalu gemar memberi makan utk tetangga yg miskin. Fenomena kesadaran fitrah di atas dalam puasa Ramadan saat ini diharapkan mampu membentuk rasa keterikatan jiwa dan moral utk memihak kepada kaum dhuafa fakir miskin. Pendekatan ini harus diartikulasikan pada pola pikir dan pola tindak ke dalam bingkai amal saleh mampu melebur ke dalam pola kehidupan kaum mustadh’afin.

Seperti dicontohkan Nabi SAW saat membebaskan budak masyarakat kecil dan golongan lemah yg tertindas dgn membangkitkan ‘harga diri’ dan nilai kemanusiaan. Nabi SAW bisa hidup di tengah mereka dalam kondisi sama-sama lapar tidur di atas pelepah daun kurma. Begitu dekatnya Nabi Saw dgn orang-orang miskin sampai-sampai beliau mendapat julukan Abul Masakin . Ketika ada seorang sahabat bertanya terhadap keberadaan dirinya beliau menjawab “carilah aku di tengah orang-orang yg lemah di antara kalian.” Isyarat yg diberikan Nabi Saw ini menggugah seorang pemikir Islam dari Turki Hilmi H. Isyik mengatakan “Orang yg bersikap masa bodoh terahdap orang-orang miskin di sekitarnya tidak mungkin ia menjadi seorang muslim yg baik.” Pengertian di atas mengambil esensi dari Sabda Nabi Saw yg maksudnya tiap orang muslim jangan mengabaikan dasar pokok iman ibadah dan akhlak. Kalau hal itu terabaikan amal atau muamalat duniawi akan menyimpang tidak terkontrol nafsu kemurkaannya tidak terkendali sehingga orang akan berperilaku sekehendaknya sendiri tanpa memperdulikan lingkungan dan penderitaan orang lain. Dampaknya dapat menghancurkan sikap toleransi dan solidaritas sesama umat Muslim.

Nabi Saw bersabda “Barangsiapa tidak merasa terlibat dgn permasalahan umat Islam dia bukanlah dari golonganku.” Ini jelas memperingatkan permasalahan umat Muhammad yg tumbuh di dunia bukan hanya ibadah salat dan puasa saja juga luluh ke dalam nasib penderitaan sesama umat. Konteksnya dgn puasa Ramadan Nabi saw menegaskan “begitu banyak orang berpuasa tapi yg dihasilkannya hanya rasa lapar dan haus semata-mata.” Sabda ini mengandung arti hikmah puasa Ramadan bukan sekadar menahan rasa lapar dan haus menahan nafsu dan keinginan hedonistis melainkan secara esensial mengandung makna penghayatan rohani amat yg dalam yakni ekspresi jiwa dan konsentrasi mental secara utuh dan solid di mana sendi-sendi mental dan jiwa terperas ke dalam fitrah diri meluruskan disiplin pribadi dgn baik.

Semua rangkuman di atas merupakan intisari dari firman Allah Swt “Hai orang-orang yg beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang-orang sebelum kami agar kamu bertakwa.” . Di sinilah kekuatan iman dan takwa seorang Muslim diuji. Sehingga jelas nilai takwa seorang Muslim terangkat pada derajat hidup manusia ke dalam orientasi kehidupan duniawi sekaligus memperoleh justifikasi etis keakhiratan. Allah Swt berfirman “Dan carilah pada apa yg telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari keni’matan dunia.” . Dari sana pula pendekatan yg fleksibel sesama umat dijalin dgn batas pengertian tertentu yakni berpegang pada pokok akidah yg kita yakini sehingga upaya mengangkat kemiskinan terwujud dgn semangat kebersamaan dan solidaritas yg tinggi dalam implementasi wadah puasa Ramadan yg penuh rahmat ampunan dan barakah. sumber file al_islam.chm

Menjadi pemimpin bukan sebuah permainan

Menjadi pemimpin ada yang mengatakan itu sebuah anugrah, ada juga yang mengatakan kalo itu sebuah musibah. Memimpin tidak asal memerintah ataupun ngasih tugas aja, untuk menjadi pemimpin pun diperlukan sebuah pengalaman yang cukup. Banyak hal yang harus diperhatikan sehingga tidak asal-asalan dalam mebuat sebuah keputusan sehingga tidak merugikan anak buahnya.
Type rest of the post here

Senin, 26 Juli 2010

Do'a Seorang Ibu

Anakku,
Kau lahir dari hasil kasih Abi & Umi
Tak terasa telah 9 bulan Kamu diperut Umi
Saatnya Kau lahir,
Segala resah & gundah berkecamuk dihati kami
Berharap Kau lahir dengan sempurna & sehat

Begitu tangis terdengar,
Alangkah bahagianya hati Umi
Kebahagian yang tidak bisa dibeli oleh dunia & Isinya
Menimangmu menjadi hoby bagi Umi
Mendengar tangismu menjadi sebuah hiburan
Meski capek, tidak menjadikan halangan bagi Umi untuk terus menimangmu

Kelak,
Umi tidak meminta kau jadi presiden, direktur dll
Umi hanya berharap kau bisa jadi seorang hafidz
Umi berharap, kau bisa menjadi Anak yang sholeh
Umi & Abi juga selalu berharap do'a darimu Sayang
Do'a kan Kami Balya, Semoga Umi & Abi bisa menjadi penghuni Syurganya Allah (Amiin)

Kamis, 03 Desember 2009

Syukur Nikmat

Alhamdulillah setelah lama jari ini terdiam akhirnya mau diajak menari2 lagi diatas keyboard. Kebahagiaan dari hari ke hari mulai lengkap Aku rasakan. Kesedihan,cobaan itu menjadi seni dari Indahnya hidup yang Aku jalani. Ya Allah terimakasih atas semua nikmat yang Engkau berikan dan Semoga temen2Ku juga bisa merasakan nikmat yang serupa (Nikmat menjadi seorang & sekaligus seorang Ibu untuk calon buah hatiku)

Type rest of the post here

Kamis, 11 Juni 2009

MGMP TIK SMP

Alhamdulillah akhirnya bisa kumpul2 bareng temen seprofesi yaitu sama2 pengajar mata diklat TIK. Ini pertamakali Saya ikut serta dalam pertemuan, smoga ini menjadi awal tali silaturahim dengan temen2 dari sekolah lain.
Karena baru pertama kayaknya ikut alur dulu aja lah....


Type rest of the post here

Senin, 06 April 2009

Untukmu Sahabat

Coretan ini, ingin saya tujukan kepada sesorang yang selama ini telah menjadi Sahabat Terbaik Saya ("U") dan Keluarganya pun menjadi Keluarga yang amat saya Sayangi. Meskipun dia tidak membaca, tapi hati ini sudah lega bisa menuliskan apa yang selama ini terpendam.

Tak terasa sekian lama Qt sudah berteman
Sedih, senang sudah Qt rasakan
Tawamu yang lebar...
Ketulusanmu bersahabat...
Membuat Aku menemukan keluarga baru
Keluarga yang sangat menyanyagiku

Keduaorangtuamu seakan menjadi keduaorangtuaku juga
Kakak2mu menjadi Kakakku...
Aku tak bisa melihat Kau menangis
Aku tak bisa melihat Kau terlalu terbebani dengan banyak pekerjaan

Sahabat...
Meskipun entah kapan Kau akan baca tulisan ini
Disini, Aku ingin bilang...
Aku menyanyangimu...
Terimakasih atas nikmat Ukhuwah yang Kau berikan
Terimakasih atas senyum yang senantiasa Kau hadirkan

Dan,
Aku juga minta maaf tidak bisa membantumu maksimal
Aku Minta maaf telah membuatmu sedih
Aku minta maaf tidak bisa menjadi sahabat sejatimu
Aku minta maaf telah mengecewakanmu
Semoga Allah pun memaafkanku...


GOLPUT itu RUGI

Tak terasa tinggal 3 hari lagi PEMILU dilaksanakan. Sekarang pun udah memasuki masa tenang alias ga boleh lagi kampanye. PRO n KONTRA masalah Pemilu memang sangat banyak bahkan tak sedikit dari masyarakat Kita yang menyatakan diri akan GOLPUT alias gak ikut nyontreng. Apakah hal ini merupakan contoh yang baik ??? Biar bagaimanapun Kita tetep harus memilih salah satu diantara partai yang ada untuk menentukan masa depan bangsa ini. Kalopun Kita merasa tidak ada yang baik diantara para kontestan yang ada ya pilih aja yang kira2 paling sedikit melakukan kesalahan, yang senantiasa menyalurkan aspirasi Rakyat.