Semoga dengan adanya blog ini dapat memberikan nilai manfaat bagi para pengunjungnya. Kesempurnaan hanya milik Allah, jadi mohon maaf kalau ada rangkaian kata yang Saya buat membuat Anda tersinggung.
Senin, 06 April 2009
GOLPUT itu RUGI
Menggali sumber-sumber psikoterapi dalam doa dapat dilihat dalam formula yang dibaca dalam doa dapat mendatangkan ketenangan jiwa, ketenangan jiwa inilah yang menyembuhkan dari penyakit. Hal ini disebabkan orang yang memanjatkan doa yakin Allah SWT mengabulkan permintaannya.
Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al- Baqarah:186) .
Dalam Kitab Al-Hakim, Ibnul Qayyim al-Jauziyah diriwayatkan hadist dari Ibnu Umar RA bahwa Nabi SAW bersabda,
'Doa itu bermanfaat bagi musibah yang telah turun dan yang belum turun. Oleh karena itu wahai hamba Allah, kalian harus berdoa.'
Diriwayatkan Aisyah RA, bahwa Nabi Muhamad SAW bersabda,
'Kewaspadaanmu tidak ada gunanya dalam menghadapi takdir. Berdoalah yang berguna untuk mengantisipasi musibah yang turun maupun yang belum turun. Sesungguhnya musibah ketika turun dihadapi oleh doa dan keduanya bertarung hingga hari kiamat.'
Hubungan doa dengan musibah yang menimpa manusia dikategorikan menjadi tiga yaitu:
- Doa lebih kuat maka musibah dapat ditolak.
- Doa lebih lemah dari musibah, walaupun doa lebih lemah meringankan perasaan dan membentuk ketenangan jiwa.
- Doa dan musibah sama-sama kuat, keduanya saling menolak.
doa yang diterima adalah doa dengan sungguh-sungguh dan memenuhi syarat dan adab maupun etika. Diriwayatkan Aisyah RA, Nabi SAW bersabda,
'sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersungguh-sungguh dalam doa.'
Dari kriteria itu nampak proses psikologis yang terdapat dalam doa adalah hubungan yang kuat antara hamba dengan Sang Khaliq, proses ini dapat tercapai kalau ada kejernihan hati dan pikiran dalam doa kepada Allah SWT sehingga merangsang syaraf-syaraf parasimpatis dan menimbulkan ketenangan hati bagi yang berdoa. Semakin tinggi dan berkualitas doa yang dipanjatkan beserta terpenuhinya syarat-syarat doa maka semakin mustajab doanya.
Sementara doa yang gagal sifatnya tergesa-gesa dalam menanti terkabulnya doa. Ia merasa ijabahnya terlalu lambat datangnya hingga merasa cemas. Akhirnya ia meninggalkan doa sama sekali.
Diriwayatkan Abu Hurairah Nabi SAW bersabda, 'Akan dikabulkan doa bagi seseorang diantara kalian selama tidak tergesa-gesa. Apalagi mengatakan, 'aku telah berdoa namun belum juga dikabulkan (HR Bukhari).
Dalam pandangan Ibnul Qayyim al-Jauziyah Ada beberapa hal yang menyebabkan doa itu dikabulkan yaitu,
- Keadaan sangat genting, terdesak, atau darurat.
- Didahului dengan perbuatan baik pada sesama seperti bershodaqoh, membantu anak yatim, dan juga orang yang membutuhkan pertolongan.
- Dilakukan pada saat yang tepat (waktu-waktu yang diijabah).
- Berserah diri secara totalitas hanya kepada Alloh SWT semata.
Dengan demikian maka doa sangat bermanfaat dalam proses penyembuhan bagi orang-orang yang sedang sakit. Dengan berdoa berserah diri kepada Allah SWT dan senantiasa bersyukur atas semua karuniaNya proses penyembuhan, insya alloh bisa terjadi lebih cepat. (hu
allahu a'lam bissowab).
Wassalam,
Tulisan ini dalam rangka kampanye program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)',
By: agussyafii
Rabu, 01 April 2009
Uji Teori Produktif
Mungkin 1 hal yang bisa Saya Sampaikan "Semoga Kalian LULUS 100%", jangan lupa siapin peluru untuk perperangan selanjutnya di tanggal 20-22 April.
Jumat, 30 Januari 2009
Bulan penuh kebahagiaan
Kadang Saya berfikir apakah ini balasan dari tiap tetes airmata yang selama ini Saya keluarkan, Ya Allah begitu besar nikmat yang Engkau berikan pada Hamba dan semoga Engkau tidak mencabut nikmat ini, Semoga nikmat ini tidak membuat Hamba Kufur, Semoga dengan nikmat ini hamba bisa semakin syukur.
Selasa, 16 Desember 2008
Maaf kalau Saya mendzalimi…
Awalnya semua berjalan baik tanpa hambatan, dan tahap demi tahap dilalui dengan penuh pertimbangan. Pelan tapi pasti perkembangan itu selalu ada dan dapat dirasakan, Puji syukur kehadirat Allah karena semuanya berjalan sesuai dengan Syariat yang diajarkan dalam Agama yang sama2 diyakini. Disetiap do’a yang Saya pinta pada Allah, Saya memohon untuk diberikan kemudahan kalau memang ini sudah menjadi kehendakNya. Dengan menambah ilmu (banyak membaca buku), Saya mencoba untuk mulai menumbuhkan keikhlasan dalam hati, dan Alhamdulillah semuanya berhasil.
Kembali tahapan ini harus dilalui untuk mewujudkan keinginan yang ada, disinilah mulai ada goncangan/cobaan, bahkan tak pernah sedikitpun terbayangkan semua akan terjadi seperti ini, disaat komitmen sudah dilontarkan muncullah masalah masa lalu yang menjadi rumit dan pelik. Masa lalu yang selama ini sudah berhasil dilupakan tiba2 muncul kembali dengan sejuta harapan….”Ya Allah, Ya Rabb penguasa Alam apa yang akan terjadi…?”
Senin, 01 Desember 2008
Bulan Penuh Hikmah
Hari demi hari dalam bulan ini Aku melaluinya dengan penuh perhitungan, Aku harus memeras otak untuk bener2 berfikir dan tidak sekedar memprioritaskan kepentingan pribadiku saja. Aku tidak boleh egois, Aku bener2 harus obyektif dalam membuat keputusan.
Semoga bulan ini bener2 menjadi bulan yang penuh dengan kesyukuran untuk hidupku.
Rabu, 26 November 2008
Terimaksih Bapak dan Ibu Guru
Ada sejuta rasa yang ingin Saya goreskan, namun tangan n hati ini kurang lihai untuk mengungkapkanya. Saya coba tuk sedikit mengutip rasa dihati tersebut :
Kala itu ku tak bisa apa2
Kala itu Kutaktahu apa2
Kala itu Ku tak bisa membedakan mana yang benar dan salah
Kala itu hanya senang saja yang Ku tahu
Perlahan tapi pasti...
Dengan penuh kasih dan cinta
Engkau mulai ajari kami
Rasa letih diwajah tak Engkau hiraukan
Bapak/Ibu guru...
Maaf jika dulu Kupernah buat salah
Maaf jika dulu Kususah diatur
Terimakasih Untuk Semua Jasa2 yang telah Engkau berikan
Yang Sangat Nyata dan Jelas................
Jika Hari ini Ku bisa membaca
Jika Hari ini Kubisa menulis
Jika hari ini Kubisa jadi pemimpin
Jika hari ini Kubisa menjadi lebih baik
Smua tidak lepas dari jerih payang yang Engkau berikan
Puisi ini terutama Saya tujukan kepada Bapak dan Ibu Guru di :
- TK Pertiwi Sambirejo
- SD Negeri Sambirejo 2
- SMP Negeri 2 Tanjunganom
- SMU Negeri 1 Tanjunganom