Semoga dengan adanya blog ini dapat memberikan nilai manfaat bagi para pengunjungnya. Kesempurnaan hanya milik Allah, jadi mohon maaf kalau ada rangkaian kata yang Saya buat membuat Anda tersinggung.
Kamis, 31 Juli 2008
Menjadikan Anak sebagai sumber ilmu
Allah untuk memiliki generasi penerus (anak). Karena tidak semuanya
bisa diberi kepercayaan itu, namun apa yang terjadi...? Banyak
diantara keluarga yang diberi kepercaayan tersebut malah
menyia-nyiakannya. Ada seorang Ibu berumur sekitr 45 th yang
mengatakan bahwa anak malah menjadi beban (semoga hanya Beliau aja
orang Tua yang berfikir demikian). Seorang Anak lahir bagai kertas
kosong ato yang doyan komputer seperti komputer baru yang belum
diapa-apain. Mao diinstall apa komputer tersebut ? tergantung dari
teknisinya khan...? Na, kalo anak siapa yang install ? (so pasti orang
tuanya to). Kalo sampai Anak jadi nakal....tidak sepenuhnya lantas
melemparkan kesalahan itu pada anak. Sebagai orang Tua Anda perlu
introspeksi diri juga..
Sedikit mulai coba perhatikan tingkah laku anak Anda, jangan
membiasakan teriak kepada Anak dengan kata "JANGAN/TIDAK BOLEH",
justru ini semakin membuat anak menjadi pihak yang terkekang,
terintimidasi dll.
Anak memiliki sifat n kelebihan yang berbeda-beda, jangan paksakan
Anak harus sesuai dengan keinginan orang tua. Biarkan mereka memilih
sesuai dengan keinginanya, sebagai orang tua Anda bisa mengarahkan
anak supaya tidak keluar dari jalur pergaulan yang terlarang.
Mendidik anak juga bukan tanggung jawab dari seorang Ibu saja,
melainkan kerjasama dari kedua orang tua (Bapak & Ibu). Untuk para
Ayah, secapek apapun Anda luangkan waktu untuk bisa berbicara dan
becanda denganya.
Kalo mo memperhatikan secara teliti Anak justru sumber ilmu bagi kedua
orang tuanya.
Beberapa hal yang bisa dipelajari dari Anak :
a. Belajar untuk bersabar
b. Belajar untuk berhati-hati
c. Belajar pengetahuan umum
d. Belajar budi pekerti
Semuanya ada pada tingkah laku n keseharian Anak-anak Anda.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik
anak adalah :
a. Banyak membaca buku
b. Menjadi Sahabat untuk anaknya
c. Mengerjakan apa yang diucapkan ke anak
d. Menghindari kata "JANGAN & TIDAK BOLEH"
e. Beri anak dengan makanan yang bergizi (baik gizi dunia ato akhirat)
Temen-temen yang sudah berkeluarga. Semoga sedikit tulisan ini dapat
bermanfaat untuk temen-temen, n bagi yang belum berkeluarga yach semoga
ini bisa sama2 kita jadikan bekal untuk nanti. N Semoga temen-temen
menjadi orang tua / calon orang tua yang shalih dan shalihah.Saya
mohon maaf kalo ada yang tidak berkenan dihati pada tulisan ini.
Tulisan ini Saya ambil dari hasil Saya mengikuti seminar Empowering
Parenting.
Senin, 07 Juli 2008
Desaku
ran Saya. Sebenarnya tangan ini sudah gatal tidak sabar untuk posting berbagi cerita ke temen2 tapi karena kesibukan jadi tidak sempat. 7 Tahun bukan waktu yang singkat bagi Saya meninggalkan tanah kelahiran, dulu waktu Saya tinggal desa ini masih sepi dan terbelakang, namun seiring dengan berjalannya waktu desa ini berkembang menjadi desa yang patut dijadikan teladan.Kamis, 15 Mei 2008
Disuatu Malam
Allah maha Adil tepat pada pukul 23.05 ada sms masuk yang isinya mengajak maen...masih bingung Saya dengan maksud sms itu, akhirnya Saya balas dengan berpura-pura sebagai siswi tersbt....Astaghfirullah Saya tidak menyangka dari sms yang Saya jawab itu betul-betul secara jelas si cowok menerangkan apa yang Dia maksud....bahkan Dia akan menyebutkan nama hotel untuk mereka ketemuan. Bener-bener stress Saya jadinya, sampai larut malam tidak bisa memejamkan mata...terbayang dalam pikiran Saya, Apa yang harus Saya lakukan selanjutnya untuk membuat mereka sadar n untuk membuka jaringan mereka....(Duh Ya Allah berilah Saya petunjuk).
Pagi harinya bergegas Saya untuk pergi kesekolah ingin menceritakan kejadian tadi malam yang Saya alami pada Pembina Osis yang mengadakan razia HP kemaren, setelah beberapa saat sharing akhirnya sepakat untuk membawa kasus ini ke Kepala Sekolah...diruang Kepala Sekolah Saya ceritakan kronologi HP itu ada ditangan Saya dan isi dari sms di Hp tersebut. Langsung Kepala Sekolah memanggil siswa tersebut n mengintrogasinya...karena jawabanya berbelit2 Blia menyuruh Saya untuk memprosesnya diruangan lain.
Akhirnya Saya dan Kaprog membawanya ke Masjid, sebelum masuk kemasjid kami menyuruh Dia untuk berwudhu dulu setelah itu baru kami coba tanya hati-kehati............
Alangkah terkejutnya Saya mendengar pengakuan Dia....(benar-benar diluar bayangan Saya sbg seorang guru). Dia sudah sering melakukan hubungan intim dengan > 7 laki2, bahkan sampai tempatnya pun Dia sebutkan berpindah2 mulai dari dirumah temenya sampai di kos2 an cowoknya... (Ya Allah ....berilah hamba kekuatan)
Saya tetep coba mengendalikan emosi untuk terus mengorek informasi dari Dia, dan ternyata dari pengakuanya ada beberapa temenya yang memiliki nasib yang sama dengan Dia. Saya bener2 stress berat mendengar pengakuan ini, satu yang menghantui pikiran Saya "Bagaimana peraaan orang tuanya kalo mengetahui tingkah anaknya seperti itu ?".
Ini lah sisi lain dari pergaulan remaja saat ini, kasus ini merupakan kasus yang paling parah yang pernah Saya tangani dan banyak memberikan pelajaran bagi Saya. Saat ini Saya masih berusaha untuk terus mencari formula yang tepat untuk menangani permasalahan2 remaja seperti ini....
Smoga Allah senantiasa memberikan petunjuk.....
Kamis, 24 April 2008
Perilaku Seks Remaja : Semakin Bebas
Produsen kondom Durex, London International Group Plc., pada tahun 1999 pernah mengadakan survei perspektif remaja terhadap seks. Dalam kata pengantarnya dikatakan, remaja memegang peran penting karena remaja adalah indikator paling jernih, untuk mengetahui bagaimana dampak pendidikan seks dan kebudayaan terhadap keluarga dan orangtua masa depan di era Milenium baru. Survei yang diberi nama 1999 Global Sex Survey, A Youth Perspective ini, mengambil 4.200 responden berusia 16-21 tahun dari 14 negara, yakni Amerika, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Taiwan, Italia, Yunani, Meksiko, Polandia, Singapura, Republik Czech, Spanyol, dan Thailand (Kompas, 16 Oktober 1999).
Sayangnya, survei tersebut tidak menyertakan remaja Indonesia sebagai responden. Meski demikian, setidaknya bisa ‘sedikit’ diambil kesimpulan. Kenapa? Karena hasil survei tersebut menyangkut urusan seks remaja yang akhir-akhir ini makin bebas, bahkan mendekati liar. Di antara hasil survei tersebut adalah: Secara keseluruhan, 50 persen remaja mengatakan mereka melakukan seks pertama kali karena mereka dan pasangannya merasa siap. Hanya 12 persen mengatakan karena dibujuk atau dipaksa, dan 12 persen lagi mengaku melakukan seks dalam keadaan mabuk.
Meski hasil survei ini menunjukkan remaja terlihat amat bebas, tetapi masih ada yang mereka takuti. Takut sama Allah dan Rasul-Nya? Wow, kayaknya ketakutan seperti itu nggak ada dalam daftar mereka tuh! Tapi ketakutan mereka itu seputar masalah-masalah virus HIV/AIDs, Penyakit Menular Seksual (PMS), dan kehamilan. Itu saja. Bahkan hampir semua remaja (99 persen) sadar akan bahaya PMS dan HIV/ AIDs. Lebih dari 45 persen remaja putra dan putri mengaku takut pada HIV/AIDs dan PMS dibanding apa pun. Kehamilan merupakan kekhawatiran kedua setelah HIV/AIDs dan PMS bagi remaja. Sebanyak 32 remaja putri mengatakan takut hamil, dan 18 persen remaja putra takut menjadi ayah pada usia muda. Waduh, kalo gitu gaswat bener. Soalnya meski survei itu nggak menyertakan remaja di negeri ini, tapi ternyata perilakunya sama. Di sini seks bukan lagi sebagai sesuatu yang tabu dan suci lagi, tapi sudah lumrah dan liar. Mengerikan Brur!
Survei tersebut juga mengungkap tentang umur berapa remaja-remaja di negara yang disurvei itu pertama kali melakukan hubungan seks. Hasilnya? Remaja di Kanada dan Amerika menduduki peringkat paling muda dalam melakukan hubungan seks, yakni 15 tahun, diikuti Inggris umur 15,3, Jerman umur 15,6, dan Perancis pada umur 15,8 tahun. Remaja di Asia Tenggara cenderung melakukan seks lebih telat. Remaja Thailand mulai melakukan seks pada umur 16,5 tahun, dan Taiwan umur 17 tahun. Ini mungkin memperlihatkan pengaruh dari kondisi sosial dan tradisi budaya yang berbeda.
Melihat fakta seputar perilaku seks remaja yang makin bebas dan liar ini tentu saja kita semua prihatin. Kamu juga mungkin bisa geleng-geleng kepala atau mengurut dada. Namun, sikap peduli kamu bukan sekadar diwujudkan dengan geleng-geleng kepala atawa mengelus dada doang. Itu nggak cukup. Soalnya ini adalah masalah gede yang perlu—bahkan wajib—diselesaikan dengan benar dan baik. Bila tidak? Kehancuran sebuah masyarakat tinggal menunggu waktu saja, Brur!
Makin Berani
Brur, bagi kamu yang nggak biasa dengan kehidupan para remaja di kota-kota besar pasti bakalan ‘shock’. Suer, mereka ternyata beberapa langkah lebih maju dalam urusan seks. Tapi sayangnya maju dalam kerusakan. Waduh, bayangkan saja, anak SMP dan SMU—ya, seusia kamu-kamulah—mereka udah terbiasa dengan urusan seks yang—maaf—bukan sekadar pegangan tangan atau ciuman saja, tapi sudah lebih ke arah yang ‘suerrem’ banget tuh. Kamu pasti tahu dong. Ya, begitulah. Memilukan dan memprihatinkan sekali.
Non, dalam suatu investigasi yang dilakukan oleh majalah remaja pria ternama di ibukota—terhadap para remaja yang doyan kelayaban malam-malam—ternyata datanya cukup mencengangkan. Misalnya saja, ditemukan ada beberapa anak cewek yang melengkapi dirinya dengan barang bawaan yang nggak lazim, yakni bawa kondom dan alat tes kehamilan. Lho, kok anak cewek bawa-bawa kondom sih? Menurut pengakuannya kepada tim investigasi majalah tersebut, si gadis ini punya alasan: kondom adalah senjata utama yang bakal dia berikan kepada teman kencannya bila teman kencannya udah keburu nafsu tapi doi nggak bawa kondom. Jadi untuk jaga-jaga katanya. Kenapa? Soalnya takut hamil! “Kalo dia (cowoknya) nggak bawa kondom gimana, yang tekdung (hamil, Red) kan gue. So, mending gue yang sedia,” kata cewek 17 tahun itu. Waduh, kacau Rek!
Malah disebutkan pula dalam hasil investigasinya, bahwa bukan cuma cewek yang kena ‘todong’ itu saja yang suka bawa kondom dan alat tes kehamilan. Tapi menurut gadis itu, hampir semua teman-temannya melakukan hal yang sama seperti dirinya. Bahkan ada yang kemudian menjadikan barang-barang tersebut sebagai daftar belanja rutinnya. Wow, wow, wow, makin parah aje nih.
Dan, fakta yang satu ini bakal bikin kita nggak habis pikir. Kenapa? Sebab, banyak juga remaja ibukota yang making love di sembarang tempat. Tepatnya nggak peduli kapan dan di mana dia berada. Termasuk ada yang nekat ML alias berhubungan seks dalam mobil di jalan tol. Berikut pengakuan Irvan (bukan nama sebenarnya) seperti yang ditulis majalah HAI: “Entah kenapa, begitu masuk tol Ciawi tiba-tiba aja pengen. Karena nggak kuat gue pinggirin mobil dan gue ngelakuinnya di dalam,” kata cowok 17 tahun itu. Nggak heran emang. Irvan mulai ngelakuin seks bebas sejak setahun lalu. Sejak itu pula dia bisa berbuat di mana aja. Di rumah sering, di jalan pernah, dan di sekolah pun udah (HAI No. 41/XXIV) Edan memang!
Melihat gelagatnya, tentu saja teman-teman kamu yang tadi nggak jalan sendirian. Di belakang mereka masih banyak remaja yang melakukan perbuatan sejenis. Cuma nggak terdata aja. Ibarat fenomena gunung es. Kecil di permukaan, tapi besar di bawah. Wow, padahal itu baru kelakuan buruk remaja Jakarta, belum yang di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, dan kota-kota besar lainnya. Bisa dibayangkan tentunya.
Seperti yang sering dibahas banyak orang, kelakuan mereka yang menjijikkan itu memiliki risiko yang nggak kecil. Penyakit AIDs sudah siap mengintai, belum lagi ancaman PMS lainnya, dan kehamilan yang nggak dikehendaki juga bisa membengkak datanya. Dan yang pasti pelakunya bakal disentuh api neraka.
Cermin Retak
Bicara tentang upaya penyelesaian perilaku seks remaja yang kian menggila ini tak cukup cuma di seminar, tulisan-tulisan, pesan-pesan moral, dan nasihat belaka yang sifatnya normatif. Bukan hanya itu, dan memang tidak cukup hanya dengan itu. Kenapa? Karena kondisi masyarakat yang amburadul ini lebih disebabkan karena kegagalan sistem kehidupan yang mengaturnya. Khusus masalah perilaku seks remaja ini, ternyata bila kita telusuri penyebabnya adalah karena dalam sistem kehidupan Kapitalisme diberlakukan kebebasan bertingkah laku alias hurriyatusy syakhshiyah.
Setiap individu dijamin haknya oleh negara untuk berbuat apa saja sesuai dengan keinginannya, asal tidak menganggu individu lain. Misalnya, mau teler atau giting berat, nggak boleh ada yang usil dan ngerecokin selama perbuatan tersebut tidak menyebabkan orang lain terganggu. Kalau pun ada pengusutan, tapi sayangnya itu dilakukan dengan setengah hati dan nggak karuan. Menangani kasus narkoba saja pemerintah kebingungan. Terutama mengungkap siapa The Big One-nya. Udah gitu, hukuman bagi pengedar dan pengguna ringan. Bahkan bisa diajak ‘salam tempel’. Nah, dalam kehidupan yang diatur oleh sistem Kapitalisme, hal itu tidak dilarang. Kenapa? Sekali lagi, karena kebebasan individu ini dijamin sepenuhnya oleh negara. Coba kamu lihat dalam aturan yang diberlakukan dalam KUHP di negeri ini—yang sebetulnya ‘nyontek’ dari undang-undang negerinya Edwin Van Der Saar—nggak bakalan ditemukan larangan berzina atau bergaul bebas antara laki-laki dengan perempuan. Yang bakal kamu temukan adalah; bila suka sama suka, maka itu tidak termasuk dalam kasus perzinahan atau perkosaan. Buktinya? Kamu juga pasti sering dengar soal lokalisasi pelacuran. Benar kan? Ya, soalnya keberadaan tempat itu nggak dilarang. Malah sengaja dibangun dan dilindungi dengan hukum. Padahal justru tempat tersebut adalah sarang kemaksiatan—khususnya pelacuran. Dan, itu sama dengan seks bebas. Berarti dosa besar. Nah, itu dia. Dengan demikian, remaja ternyata juga sudah diajarkan nggak benar oleh lingkungannya. Ditambah lagi dengan ‘mental’ remaja pada umumnya yang masih belum stabil. Yakni, sifat meniru dan coba-cobanya masih besar ketimbang sikap waspada dan takut dosa. Tambah parah Bo! Ah, gokil juga memang.
Berarti dengan demikian, selama ini remaja—sejak bisa melek—udah ‘bercermin’ di cermin yang retak. ‘Cermin’ kehidupan yang parah. Bisa dipahami dong, sejak kamu bisa ngomong, kamu bercerita tentang apa yang kamu lihat dalam kehidupan sehari-hari, lengkap dengan ‘aturan’ yang ada dalam lingkungan kamu. Televisi sudah mengajarkan hal yang nggak benar. Kehidupan masyarakat dimana kamu berada pun sudah terbiasa memberikan persoalan dan penyelesaian problem yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Terus ketika kamu sekolah, di lembaga pendidikan ini ternyata memberikan pendidikan yang tidak jelas kemana arahnya. Walhasil, kamu dan kita semua bercermin di cermin yang retak. Nah, cermin yang retak itulah sistem kehidupan yang mengatur kita selama ini. Maka, bila ingin selamat di dunia dan akhirat, ‘cermin’ kita nggak boleh retak. Memangnya ada yang nggak retak? Ada dong sayang. Mana lagi selain Islam. Ya, cuma Islam yang bisa dijadikan cermin dalam kehidupan kita. Tentu Islam yang diterapkan sebagai akidah dan syariat.
Dikenakan Sanksi Berat
Ah, ketar-ketir juga kan? Nah, karena penyelesaiannya tak cukup dengan seruan atau himbauan saja, maka pelaksanaan sanksi oleh negara perlu ada. Dalam Islam, orang-orang yang melakukan seks bebas bakal dikenakan sanksi dera (cambuk) atau rajam.
Rasulullah s.a.w lalu bersabda: “….Demi Zat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya aku akan memutuskan hukuman ke atas kamu berpandukan kitab Allah (al-Quran). Seratus ekor kambing dan hamba perempuan tadi harus dikembalikan dan anakmu mesti dihukum rotan sebanyak 100 kali cambukan serta diasingkan selama setahun. Sekarang pergilah kepada isteri orang ini, wahai Unais! Jika dia mengaku, maka jatuhkanlah hukuman rajam ke atasnya.” Maka Unais pun datang menemui wanita tersebut dan ternyata dia mengakui atas perbuatannya itu. Maka sesuai dengan perintah dari Rasulullah s.a.w maka wanita itupun dijatuhkan hukuman rajam. (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
Jadi bagi yang masih lajang akan dicambuk, dan bagi yang sudah berkeluarga akan dirajam sampai mati. Bagaimana kalo kejadiannya kayak sekarang, yakni nggak diterapkan aturan Islam. Berarti bakal lolos dari hukuman di dunia, dong? Bisa jadi, tapi ingat saudara-saudara, di akhirat pelakunya nggak bakalan bisa lolos. Pasti akan ‘menikmati’ adzab Allah yang sangat pedih. Dalam sebagian jalan (riwayat) hadits Samurah bin Jundab yang disebutkan di dalam Shahih Bukhari, bahwa Nabi Saw. bersabda: “Semalam aku bermimpi didatangi dua orang. Lalu keduanya membawaku keluar, maka aku pun pergi bersama mereka, hingga tiba di sebuah bangunan yang menyerupai tungku api, bagian atas semoit dan bagian bawahnya luas. DI bawahnya dinyalakan api. Di dalam tungku itu ada orang-orang (yang terdiri dari) laki-laki dan wanita yang telanjang. Jika api dinyalakan, maka mereka naik ke atas hingga hampir mereka keluar. Jika api dipadamkan, mereka kembali masuk ke dalam tungku. Aku bertanya: ‘Siapakah mereka itu?’ Keduanya menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang berzina.” Ih, naudzubillahi min dzalik.
Nah, itulah hukuman di akhirat nanti yang bakal dijalani oleh para pezina. Jadi, kalo sekarang ada teman-teman kamu yang merasa aman-aman saja karena nggak dapat hukuman di dunia—karena nggak diterapkan aturan Islam—siap-siaplah karena Allah akan memberi adzab yang pedi dan berat. Firman Allah Swt.:
كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
“Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): “Rasakanlah azab yang membakar ini”. (QS. al-Hajj [22]: 22)
Baik, inilah hukuman di dunia dan adzab di akhirat bagi para pelaku zina—seks bebas. Lalu, bagi yang menjaga diri dari perbuatan tersebut? Allah akan memberikan pahal dan tempat yang baik di surga.
Abu Hurairah dan Ibnu Abbas r.a. berkata: “Rasulullah Saw. berkhutbah sebelum wafatnya, yang di antaranya beliau bersabda: “Barangsiapa mampu bersetubuh dengan wanita atau gadis secara haram, lalu dia meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah menjaganya pada hari yang penuh ketakutan yang besar (kiamat), diharamkannya masuk neraka dan memasukkannya ke dalam surga.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin).
Rabu, 23 April 2008
Selamat Menempuh Ujian Sayang
Kembali agenda tahunan Dinas Pendidikan diselenggarakan yaitu UJIAN NASIONAL dari tanggal 22 s/d 25 April. Disinilah puncak perjuangan siswa untuk menentukan kelulusanya. Agenda tahunan ini juga menjadi agenda tahunan buat saya, yaitu "gelisah". Setiap akan dilaksanakan ujian nasional pikiran Saya menjadi kacau balau dan sedih.Masih teringat dengan jelas tat kala mengajar mereka ada yang usil, ada yang serius memperhatikan, ada yang sembunyi2 buka HP....wah ga bisa diulang lagi saat2 itu. Bahkan ada diantara mereka yang menganggap Saya sebagai guru pemarah (gimana gak marah Nak....kalo kalian susah dikasih tahu, padahal khan itu untuk kebaikan kalian semua).
Kebersamaan ini akan Ibu jadikan sebagai kenangan indah, Terimakasih kalian salah satu inspirasi Ibu, terimakasih dari masalah yang kalian buat Ibu bisa bersikap lebih dewasa, terimakasih anakku.
"Selamat Berjuang Anak-anakku, Ibu akan senantiasa mendo'akan kalian semua, Salam Sayang Ibu untuk keberhasilan kalian" SEMANGAT !!!!!!
Kamis, 17 April 2008
Tragis
Senin, 25 Februari 2008
Pemerintahan
Saya ceritakan semuanya kepada teman yang kebetulan sama-sama mengurus pencairan dana tersebut. Teman Saya tetap mengajak untuk mengurusnya ke pemkot meskipun berkas belum lengkap, tegang dan takut menyelimuti perasaan kami saat berada didepan petugas. Ternyata petugas tidak teliti memeriksa berkas kami, alhasil lolos tidak ada hambatan.
Sepenggal pengalaman ini membuat Saya senantiasa berfikir, Inikah Birokrasi Pemerintahan kita ???? Begitu gampangnya mereka membagi uang rakyat......Kalo yayasan yang diberi kucuran dana bertanggungjawab dalam penggunaan dana tersebut gak ada masalah. Trus, bagaimana dengan mereka yang sok-sokan mendirikan organisasi. kemana uang tersebut digunakan....Astagfirullah, tidak terpikirkah oleh mereka terhadap dosa yang mereka dapatkan akibat dari perbuatannya itu ? Bagaimana Negara ini mo bebas dari Korupsi kalo semua pegawainya asal-asalan dalam bekerja. Curiga, dulu masuk jadi PNS nya juga asal-asalan kali. (Asal dibawa namanya oleh Bapak.....).